OSIM MAN 2 Sinjai Dorong Budaya Literasi melalui KOTAK (Koper Pustaka)
OSIM MAN 2 Sinjai Dorong Budaya Literasi melalui KOTAK (Koper Pustaka)

By Fikri Munafri 22 Sep 2026, 20:46:18 WIB Ekstrakurikuler
OSIM MAN 2 Sinjai Dorong Budaya Literasi melalui KOTAK (Koper Pustaka)

Sinjai (Kemenag) — Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MAN 2 Sinjai terus mendorong tumbuhnya budaya literasi di lingkungan madrasah melalui program KOTAK (Koper Pustaka). Program ini menjadi salah satu inovasi OSIM dalam menghadirkan buku lebih dekat dengan murid sekaligus menciptakan aktivitas membaca yang menarik dan menyenangkan.

KOTAK (Koper Pustaka) merupakan kegiatan literasi dengan memanfaatkan koper sebagai media untuk membawa dan menyediakan berbagai koleksi bacaan. Melalui program ini, buku-buku pilihan dihadirkan ke berbagai area di lingkungan madrasah sehingga murid dapat dengan mudah mengambil dan membaca buku sesuai minat mereka.

Kehadiran Koper Pustaka diharapkan dapat menjadi alternatif bagi murid untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat. Tidak hanya membaca, murid juga didorong untuk menemukan informasi, memperluas wawasan, serta membangun kebiasaan belajar secara mandiri.

Dalam pelaksanaannya, pengurus OSIM MAN 2 Sinjai turut mengelola KOTAK dengan menyiapkan buku-buku bacaan dan mengajak murid untuk memanfaatkan koleksi yang tersedia. Konsep Koper Pustaka yang sederhana dan fleksibel membuat kegiatan literasi dapat dilakukan tanpa harus selalu berada di dalam ruang perpustakaan.

Program ini juga menjadi bentuk kreativitas murid dalam menghidupkan budaya literasi di madrasah. Dengan membawa buku dalam sebuah koper, kegiatan membaca dikemas lebih dekat dengan keseharian murid sehingga literasi tidak hanya dipandang sebagai kegiatan formal, tetapi menjadi aktivitas yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Kepala MAN 2 Sinjai, Zakiah, mengapresiasi inisiatif OSIM dalam menghadirkan KOTAK sebagai bagian dari gerakan literasi madrasah. Menurutnya, upaya menumbuhkan minat baca perlu dilakukan melalui kegiatan yang kreatif dan dekat dengan dunia murid.

“Budaya literasi perlu dibangun melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. KOTAK ini menjadi salah satu cara agar buku semakin dekat dengan murid dan kegiatan membaca menjadi sesuatu yang menyenangkan,” ujarnya.

Ia berharap Koper Pustaka dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu program berkelanjutan OSIM MAN 2 Sinjai dalam mendukung terciptanya lingkungan madrasah yang gemar membaca dan kaya akan wawasan.

Melalui KOTAK (Koper Pustaka), OSIM MAN 2 Sinjai menunjukkan bahwa gerakan literasi dapat dimulai dari langkah sederhana. Sebuah koper yang membawa buku diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi murid untuk membaca, belajar, dan menemukan berbagai pengetahuan baru. (Din)




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment