Kakan Kemenag Sinjai Buka Penguatan Moderasi Beragama di MAN 2 Sinjai, Tekankan Pendalaman Kurikulum
Kakan Kemenag Sinjai Buka Penguatan Moderasi Beragama di MAN 2 Sinjai, Tekankan Pendalaman Kurikulum Berbasis Cinta

By Fikri Munafri 22 Sep 2026, 20:37:00 WIB Pengumuman dan Informasi
Kakan Kemenag Sinjai Buka Penguatan Moderasi Beragama di MAN 2 Sinjai, Tekankan Pendalaman Kurikulum

Sinjai (Kemenag) — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Sinjai, Faried Wajedi, membuka secara resmi kegiatan Penguatan Moderasi Beragama bagi Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan MAN 2 Sinjai Tahun 2026, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus I MAN 2 Sinjai tersebut dimulai pukul 09.30 WITA dan diikuti oleh tenaga pendidik serta tenaga kependidikan MAN 2 Sinjai. Turut hadir mendampingi Kakan Kemenag Sinjai, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kemenag Sinjai, Syamsuddin.

Dalam arahannya, Faried Wajedi mengapresiasi komitmen MAN 2 Sinjai dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan madrasah. Menurutnya, penguatan moderasi beragama tidak hanya menjadi materi yang disampaikan kepada murid, tetapi juga perlu diwujudkan melalui sikap dan praktik seluruh warga madrasah.

Ia menekankan pentingnya peran guru dan tenaga kependidikan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, penuh penghargaan, serta mampu menumbuhkan sikap saling menghormati di tengah keberagaman.

“Moderasi beragama harus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari di madrasah. Guru bukan hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun sikap toleran, menghargai perbedaan, dan menciptakan suasana pendidikan yang damai,” ujar Faried.

Setelah dibuka secara resmi oleh Kakan Kemenag Sinjai, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Roslan dengan tema “Pendalaman Kurikulum Berbasis Cinta.”

Dalam pemaparannya, Roslan mengajak para guru dan tenaga kependidikan untuk memahami kembali penerapan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai bagian dari upaya membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan.

Pendekatan berbasis cinta mendorong guru untuk menghadirkan pembelajaran yang dilandasi kasih sayang, empati, penghargaan, dan kepedulian terhadap murid. Dengan demikian, proses pendidikan diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter yang baik, toleran, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.

Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi untuk mengukur daya serap dan pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Evaluasi ini menjadi bagian penting untuk melihat sejauh mana materi Penguatan Moderasi Beragama dan Pendalaman Kurikulum Berbasis Cinta dapat dipahami oleh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang mengikuti kegiatan.

Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para guru dan tenaga kependidikan MAN 2 Sinjai mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari pemaparan materi hingga evaluasi, sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman sekaligus implementasi nilai moderasi beragama dan Kurikulum Berbasis Cinta dalam kehidupan madrasah.

Melalui kegiatan tersebut, MAN 2 Sinjai diharapkan semakin mampu menghadirkan lingkungan pendidikan yang moderat, humanis, dan berkarakter, serta menjadikan nilai-nilai cinta, toleransi, dan penghargaan terhadap sesama sebagai bagian dari budaya madrasah.(Din)




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment